Penulis : Stevanus Parinussa
Penerbit : Steviera Literatur
Ukuran Buku : 15,5 x 23 cm
Tebal Buku : 424 Halaman
Harga Buku : Rp. 155.000,00

Dalam perjalanan sejarah pemikiran teologis, selalu terdapat ketegangan
yang melekat antara prinsip-prinsip iman yang universal dan realitas
kehidupan manusia yang selalu berubah sesuai konteks budaya, sosial, dan
historisnya. Buku ini lahir dari kesadaran bahwa teologi tidak dapat berdiri
sendiri sebagai kajian abstrak, melainkan harus selalu berakar pada
pengalaman hidup konkret, merespons tantangan nyata, dan menjawab
kebutuhan umat dalam kerangka dunia yang semakin terhubung dan
kompleks. Teologi Kontekstual: Fondasi, Metode, dan Praktik untuk
Keterlibatan Global hadir untuk menjembatani pemikiran teologis dengan
realitas tersebut, menawarkan pendekatan yang kritis, reflektif, dan aplikatif.
Buku ini dibangun di atas fondasi teologis yang kuat, menggali prinsipprinsip
dasar iman, sejarah perkembangan teologi, serta warisan intelektual
yang membentuk cara berpikir teologis. Fondasi ini menjadi titik pijak yang
kokoh untuk memahami dan menerapkan metode teologi kontekstual secara
sistematis. Metode yang diuraikan tidak sekadar bersifat akademis, tetapi juga
praktis: mendorong analisis mendalam terhadap fenomena sosial, budaya,
politik, dan ekonomi yang memengaruhi kehidupan manusia, serta
mengintegrasikan perspektif multidisipliner untuk merumuskan respons
teologis yang relevan dan transformatif.
Selain membahas fondasi dan metode, buku ini menekankan praktik
teologi sebagai bentuk keterlibatan nyata dalam masyarakat. Praktik tersebut
mencakup pendekatan pastoral, pelayanan gerejawi, advokasi sosial, serta
kontribusi dalam dialog lintas budaya dan lintas agama. Dengan demikian,
teologi kontekstual tidak berhenti pada ranah teori, melainkan menjadi alat
strategis untuk menghadirkan perubahan yang bermakna baik dalam
kehidupan individu, komunitas, maupun di tingkat global.
Selain itu, buku ini menawarkan refleksi kritis mengenai peran teologi
dalam menjawab berbagai tantangan kontemporer, mulai dari ketidakadilan
sosial, konflik budaya, perubahan lingkungan, hingga isu etika dan moral di
era modern. Pendekatan ini menekankan pentingnya kesadaran bahwa teologi
kontekstual harus responsif, inklusif, dan transformatif, sehingga iman yang
dianut tidak hanya menjadi pegangan pribadi, tetapi juga kekuatan untuk
membangun masyarakat yang adil, berdaya, dan berkelanjutan.
