Penulis : Stevanus Parinussa
Penerbit : Steviera Literatur
ISBN : 978-602-51633-7-1
Tebal Buku : 266 Halaman
Ukuran Buku : 23 x 15,5 cm
Penulisan ini bertujuan adalah untuk mengetahui dan menganalisis gambaran pemahaman perintah untuk memberitakan Injil berdasarkan Matius 28:18-20, kompetensi guru, motivasi kerja, dan perilaku pelayanan misi guru pembina, yang meliputi: (1) pengaruh pemahaman perintah untuk memberitakan Injil berdasarkan Matius 28:18-20 terhadap perilaku pelayanan misi guru pembina; (2) pengaruh kompetensi guru terhadap perilaku pelayanan misi guru pembina; (3) pengaruh motivasi kerja terhadap perilaku pelayanan misi guru pembina; dan (4) pengaruh pemahaman perintah untuk memberitakan Injil, kompetensi guru, dan motivasi kerja secara bersama-sama terhadap perilaku pelayanan misi guru pembina.
Pelaksanaan penulisan penelitian ini dilakukan di 27 SMP Negeri Kota Malang Jawa Timur dengan jumlah populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 86 orang guru pembina sebagai responden. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah metode survei yang bersifat deskriptif analisis dan teknik korelasional yang termasuk ke dalam penelitian model korelasi multipel serta menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner atau angket dengan jenis tertutup. Tipe rancangan survei yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan survei cross-sectional untuk mengumpulkan data pada satu titik waktu.
Pengukuran menggunakan model skala likert dengan ordinal kategori jawaban terdiri dari 5 (lima) alternatif jawaban. Pengujian validitas instrumen menggunakan rumus korelasi pearson product moment dan penghitungan dilakukan dengan bantuan program microsoft excel, sedangkan uji reliabelitas, koefisien reliabelitas menggunakan koefisien alpha cronbach. Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dalam pengolahan data dibantu dengan program SPSS 20.
Berdasarkan temuan penelitian diperoleh gambaran bahwa: (1) para guru pembina perlu mendapatkan pembinaan dengan mengadakan diklat pembinaan terpadu, dimana diklat ini menyajikan tentang proses pendidikan dan latihan proses strategi memberitakan Injil dengan cara melibatkan para guru melalui pola pelayanan misi; (2) pendidikan teologi maupun pendidikan guru agama Kristen perlu memperlengkapi calon guru dengan kurikulum berbasis misi secara terprogram guna meningkatkan perilaku pelayanan misi lebih konkrit; (3) adanya diklat kepemimpinan penginjilan terpadu bagi sekolah teologi dan pendidikan guru agama Kristen untuk memberikan arahan bagi pelaksanaan pemberitaan Injil yang relevan, sehingga pemahaman, kompetensi dan motivasi kerja para guru pembina diharapkan sesuai dengan perintah Kristus untuk memberitakan Injil; dan (4) secara khusus bagi Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen (MGMP PAK) disamping menjalankan tugas utama dalam pendidikan, diharapkan perlu juga memberikan seminar, diklat dan pelatihan tentang penginjilan, kepemimpinan dan misi kepada para guru pembina, agar perilaku pelayanan misi guru pembina berlangsung dengan benar.
Dengan terbitnya buku ini, diharapkan dapat memberikan gambaran secara komprehensif bahwa perlu adanya peningkatan tentang pemahaman yang benar untuk memberitakan Injil, kompetensi guru, dan motivasi kerja terhadap perilaku pelayanan misi guru pembina pendidikan agama Kristen. Kiranya kajian teoritis dan empiris buku ini, dapat bermanfaat mengelola sumber daya insani/pendidik Kristen agar tercipta kinerja dan perilaku dalam pelaksanaan pelayanan misi yang komprehensif dan kondusif.
